Sunday, 18 August 2013

Subhanallah..Hebatnya Perancangan Allah :)

rahim

Makhluk hidup bersel satu yang tidak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan itu terjadi.
Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulakan hidupnya sebagai makhluk bersel satu dan sel ini memperbanyakkan diri dengan cara membelah diri atau dalam kata lainnya, membuat salinan dirinya sendiri. 
Dalam keadaan ini, tanpa adanya perancangan yang khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang muncul akhirnya bukanlah manusia tetapi hanyalah merupakan gumpalan daging yang tidak berbentuk. tetapi ini tidaklah terjadi kerana sel-sel tersebut membelah dan memperbanyakkan diri bukan tanpa pengawasan.
SEL YANG SAMA MEMBENTUK ORGAN YANG BERBEZA.
Sperma dan sel telur bertemu dan kemudiannya bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan bakal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyakkan diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk muali tumbuh berbeza antara satu sama lain dengan mengikut perintah rahsia yang diberikan kepada mereka. Sungguh besar rahsia Allah : sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalaman, rangka dan otak.


Sel-sel otak mulai terbentuk pada celah-celah kecil di salah satu hujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak sedang berjalan, seratus ribu sel baru akan ditambah pada kumpulan sei ini pada setiap minit.

Sel-sel baru yang terbentuk berkelakuan seolah-olah mereka tahu dimana ia harus menempatkan diri dan dengan sel mana ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tidak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus triliun sambungan otak manusia agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyakkan diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk dan terus pergi menuju ke titik yang harus ia berada. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.
Siapakah yang mengatur segala ini dengan amat teliti??
Bagaimana semua sel yang sama ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeza, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeza? Hal ini jelas menunjukkan bahawa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetik dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebahagian dari mereka membentuk otak, sebahagian membentuk hati, dan sebahagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.
Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengecut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini datang dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.
Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung antara satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara berjuta pertanyaan yang belum tercapai dek akal pengetahuan.
Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bahagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang pakar. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.
Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mula membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebahagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini akan mematikan kesemua sel-sel mereka.
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana ianya boleh terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahawa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahawa semua sel penyusunan manusia ini diberi petunjuk oleh Allah S.A.W.
Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahawa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.
Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bahagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perancangan yang sulit dipercayai selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bahagian-bahagian berbeza yang menyusun mata. Sebahagian sel membentuk kornea, sebahagian pupil, dan sebahagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeza, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.
Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai sebuah kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu di fahami bahawa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.
Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.
Semua huraian ini mengingatkan kita bahawa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Al-Quran sebagaimana berikut:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl, 16:78)
Penciptaan Kedua
Berbagai peristiwa yang telah di kisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulakan kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karana adanya keadaan yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui dimana dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.
Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini??
Jangan lupa bahawa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan ada yang mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.
Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Al-Quran:
”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahawa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79)